Anggaran Koperasi Desa Merah Putih: Rp83 Triliun hingga Dana Desa
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 32
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Anggaran koperasi desa Merah Putih tidak bersumber dari satu pos. Pemerintah mengumpulkan dananya dari tiga jalur sekaligus: APBN, dana desa, dan kredit bank pelat merah. Pemerintah mengalokasikan Rp83 triliun pada 2026 untuk pembangunan dan pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Di luar itu, dana desa dan pinjaman bank ikut membengkakkan total biayanya.
Rp83 Triliun dari APBN 2026
Angka Rp83 triliun berasal dari RAPBN 2026. Dana ini dipakai agar bank pemerintah bisa menyalurkan pinjaman ke koperasi, bukan diberikan langsung sebagai hibah. Alokasinya bagian dari belanja pemerintah pusat 2026 yang ditargetkan Rp3.136,5 triliun. Selain itu, anggaran ini masuk pos pembangunan desa, koperasi, dan UMKM yang totalnya Rp181,8 triliun.
Dana Desa Rp34,57 Triliun Wajib untuk Koperasi
Pos kedua lebih menyentuh desa. PMK Nomor 7 Tahun 2026 mewajibkan 58,03 persen Dana Desa atau Rp34,57 triliun untuk Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih. Dengan pagu Dana Desa Rp60,57 triliun, sisa sekitar Rp25 triliun menjadi alokasi reguler untuk kebutuhan prioritas lain. Namun, tidak semua pihak setuju. Sejumlah kepala desa menolak penyesuaian ini.
Dana desa itu dipakai antara lain untuk membayar angsuran gerai, pergudangan, dan kelengkapan koperasi.
Pinjaman Rp3 Miliar per Koperasi
Skema ini bekerja lewat pinjaman. PMK 49/2025 mengatur bahwa setiap koperasi dapat meminjam maksimal Rp3 miliar dari bank pemerintah dengan bunga 6 persen per tahun dan tenor maksimal 6 tahun. Dengan target 80.000 unit, hitungan sederhana plafon Rp3 miliar itu setara Rp240 triliun.
Biaya Bangun dan Serapan Agrinas
Pemerintah menugaskan PT Agrinas Pangan Nusantara membangun gerai dan gudang. Agrinas menganggarkan Rp1,65 miliar per gedung dengan desain seragam. Sementara itu, Menteri Koperasi Ferry Juliantono menyebut dananya berasal dari kredit korporasi Agrinas di Himbara, dan sumbernya Danantara.
Serapan terus naik. Dirut Agrinas Joao Angelo mengungkap anggaran pembangunan sudah menyerap sekitar Rp106 triliun per 11 September 2026, dengan 24.191 unit rampung 100 persen. Namun, angka itu baru 30 persen dari target 80.000 unit.
Kondisi Terbaru per Oktober 2026
Gerai mulai beroperasi. Pemerintah menargetkan Kopdes Merah Putih beroperasi serentak 1 Oktober 2026. Hingga akhir kuartal III, 26.661 gerai selesai 100 persen. Selain itu, pemerintah menjadwalkan evaluasi 7 Oktober dan peninjauan langsung para menteri pada 15 Oktober 2026.
Ada pula biaya operasional. Manajer koperasi berstatus pegawai kontrak PKWT dua tahun di bawah Agrinas, dengan pendapatan Rp6,8 juta hingga Rp8,3 juta sesuai UMK daerah.
- Penulis: Firmansyah
