Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Kesehatan » Hipotermia saat Mendaki: Penyebab, Penanganan, dan Cara Mencegahnya

Hipotermia saat Mendaki: Penyebab, Penanganan, dan Cara Mencegahnya

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
  • visibility 102
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Angin dingin di ketinggian 2.500 mdpl terasa berbeda dari angin AC kamar tidur. Ia menembus jaket, menyusup lewat celah kerah, lalu diam-diam mencuri panas tubuh sedikit demi sedikit. Banyak pendaki baru menyepelekan hal ini — mereka pikir badan yang sehat dan fit sudah cukup jadi bekal. Padahal hipotermia justru sering menyerang pendaki yang secara fisik bugar, bukan cuma yang lemah stamina.

Kenapa Pendaki Rentan Kena Hipotermia

Tubuh manusia bekerja optimal di suhu inti sekitar 37°C. Begitu suhu inti turun di bawah 35°C, sistem saraf dan otot mulai kehilangan efisiensinya. Di gunung, penurunan suhu ini terjadi lebih cepat dari yang dibayangkan kebanyakan orang, dan ada beberapa faktor yang saling memperparah kondisi ini.

Kombinasi angin dan basah adalah kombo paling berbahaya. Baju basah — baik karena keringat, hujan, atau uap kabut — kehilangan kemampuan isolasinya. Ditambah angin kencang, tubuh bisa kehilangan panas 25 kali lebih cepat dibanding kondisi kering. Fenomena ini disebut wind chill effect, dan sering jadi biang keladi hipotermia meski suhu udara sebenarnya masih terbilang “wajar” untuk pendakian.

Faktor lain yang jarang disadari adalah kelelahan fisik dan asupan kalori yang minim. Saat tenaga terkuras habis di tanjakan terjal, tubuh kehabisan bahan bakar untuk memproduksi panas. Pendaki yang jarang makan camilan berkalori selama perjalanan biasanya lebih cepat menggigil dibanding yang rutin mengisi energi tiap satu-dua jam.

Ketinggian tempat juga berperan. Semakin tinggi lokasi, suhu udara semakin turun, sementara oksigen semakin tipis — kombinasi ini memaksa tubuh bekerja lebih keras hanya untuk menjaga fungsi dasar, apalagi untuk menghangatkan diri. Belum lagi perbedaan suhu siang dan malam yang bisa mencapai belasan derajat celsius dalam hitungan jam, sesuatu yang sering meleset dari perkiraan pendaki yang cuma mengecek prakiraan cuaca sekali sebelum berangkat.

Kenali Gejalanya Sebelum Kondisi Memburuk

Gejala hipotermia biasanya bertahap, dan justru di tahap awal inilah pertolongan paling efektif diberikan. Menggigil tak terkendali adalah sinyal pertama — ini sebenarnya mekanisme tubuh untuk menghasilkan panas lewat kontraksi otot. Bicara mulai cadel, koordinasi tangan-kaki menurun, dan muncul rasa bingung ringan adalah tanda suhu inti sudah turun lebih jauh.

Yang paling berbahaya justru saat menggigil berhenti dengan sendirinya tanpa suhu tubuh membaik. Ini bukan pertanda kondisi membaik, melainkan sinyal tubuh sudah kehabisan energi untuk terus menggigil — fase ini butuh penanganan segera karena bisa berkembang cepat ke kondisi kritis.

Langkah Menghadapi Pendaki yang Kena Hipotermia

Saat menemukan rekan pendakian menunjukkan gejala hipotermia, kecepatan bertindak jauh lebih penting daripada peralatan canggih.

Pindahkan dari sumber dingin dulu. Cari tempat terlindung dari angin — di balik batu besar, tenda, atau bivak darurat. Ini prioritas nomor satu sebelum langkah lain dilakukan.

Ganti pakaian basah dengan yang kering. Baju basah terus menyerap panas tubuh selama dipakai, jadi penggantian ini tidak bisa ditunda meski cuaca terasa sangat dingin saat proses berganti pakaian.

Bungkus dengan lapisan isolasi. Sleeping bag, matras, atau jaket cadangan bisa dipakai untuk membungkus tubuh korban, termasuk bagian kepala dan leher yang jadi titik kehilangan panas paling besar.

Berikan minuman hangat manis bila korban masih sadar penuh. Cairan manis hangat membantu menaikkan energi sekaligus suhu tubuh secara perlahan. Hindari memberikan minuman beralkohol atau berkafein karena justru mempercepat kehilangan panas tubuh.

Jangan gosok atau pijat area kulit yang dingin. Gerakan ini terasa logis untuk menghangatkan, tapi justru berisiko mendorong darah dingin dari permukaan kulit ke organ inti, yang bisa memperburuk kondisi jantung korban.

Evakuasi secepat mungkin bila gejala berat muncul — kebingungan parah, kehilangan kesadaran, atau napas melambat. Pada titik ini, penanganan lapangan sudah tidak cukup dan butuh bantuan medis profesional.

Cara Menghindari Hipotermia Saat Mendaki

Pencegahan jauh lebih murah dan lebih aman dibanding penanganan darurat di lapangan. Beberapa kebiasaan berikut layak jadi standar sebelum naik gunung mana pun.

Terapkan sistem layering, bukan sekadar jaket tebal. Tiga lapisan — lapisan dasar yang menyerap keringat, lapisan tengah untuk insulasi, dan lapisan luar anti-air-angin — jauh lebih efektif dibanding satu jaket super tebal. Sistem ini memudahkan penyesuaian saat suhu berubah sepanjang perjalanan.

Jaga tubuh tetap kering. Bawa jas hujan ringan, dan segera ganti pakaian begitu basah oleh keringat atau hujan. Kaus kaki cadangan juga wajib dibawa karena kaki basah mempercepat rasa dingin menjalar ke seluruh tubuh.

Isi energi secara berkala, bukan menunggu lapar. Camilan tinggi kalori seperti cokelat, kacang, atau energy bar membantu tubuh tetap memproduksi panas sepanjang pendakian, bukan cuma saat istirahat besar.

Cek prakiraan cuaca detail, bukan sekali lihat. Perhatikan suhu malam hari dan potensi angin kencang, bukan cuma prediksi hujan siang hari. Banyak kasus hipotermia justru terjadi karena pendaki tidak siap menghadapi drop suhu drastis saat malam.

Kenali batas kemampuan tim. Kecepatan pendakian sebaiknya menyesuaikan anggota paling lambat, bukan yang tercepat. Memaksakan ritme di luar kemampuan fisik justru mempercepat kelelahan yang jadi salah satu pemicu utama hipotermia.

Gunung tidak pernah salah — yang perlu disesuaikan justru persiapan dan pengambilan keputusan di lapangan. Mengenali tanda-tanda awal hipotermia dan tahu cara menanganinya bisa jadi pembeda antara pendakian yang berkesan dan situasi darurat yang seharusnya bisa dicegah sejak awal.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi

 

  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Persija Jakarta Resmi Gandeng Adidas, Jersey Baru Meluncur 29 Agustus 2026

    Persija Jakarta Resmi Gandeng Adidas, Jersey Baru Meluncur 29 Agustus 2026

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Senin, 22 Juni 2026, menjadi hari bersejarah bagi Persija Jakarta. Klub kebanggaan ibu kota ini resmi menjalin kerja sama dengan raksasa apparel asal Jerman, Adidas. Penandatanganan perjanjian berlangsung di Adidas Brand Center, Grand Indonesia, Jakarta — lokasi yang cukup ikonik untuk momentum sebesar ini. Adidas menghadirkan Senior Manager Brand Activation-nya, Cinita Dewi Mayakatri. Sementara […]

  • Penyebab Penyakit Cuci Darah, Kenali Sebelum Ginjal Benar-Benar Rusak

    Penyebab Penyakit Cuci Darah, Kenali Sebelum Ginjal Benar-Benar Rusak

    • calendar_month 4 jam yang lalu
    • account_circle Akmal
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Kebaruan. Penyakit cuci darah jarang muncul tiba-tiba tanpa sebab. Kondisi ini biasanya menjadi titik akhir dari kerusakan ginjal yang berlangsung diam-diam selama bertahun-tahun. Banyak pasien baru menyadari masalahnya setelah fungsi ginjal tersisa tinggal sedikit, padahal gejala awal sebenarnya sudah muncul jauh sebelum kondisi memburuk. Data Indonesia Renal Registry tahun 2020 mencatat hipertensi sebagai penyebab gagal […]

  • Sinopsis Terikat Janji Jumat 12 Juni 2026: Sena Ungkap Rahasia ke Raffi

    Sinopsis Terikat Janji Jumat 12 Juni 2026: Sena Ungkap Rahasia ke Raffi

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 641
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Sinetron Terikat Janji di RCTI kini menjadi tayangan primadona yang sangat dinantikan oleh banyak pemirsa setia. Antusiasme masyarakat semakin tinggi seiring kembalinya aktor ternama Arya Saloka ke layar kaca setelah sempat vakum selama tiga tahun. Arya Saloka yang berperan sebagai Sena tampil memukau saat beradu akting dengan Asha Assuncao, pemeran sosok Davina. Kedekatan chemistry […]

  • Menilik Potensi Cadangan Emas Baru di Papua yang Ditemukan Presiden Prabowo

    Menilik Potensi Cadangan Emas Baru di Papua yang Ditemukan Presiden Prabowo

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Presiden Prabowo Subianto membawa kabar menggembirakan bagi bangsa Indonesia saat meluncurkan mandatori biodiesel B50 di Karawang, Jawa Barat. Beliau mengungkapkan temuan cadangan emas dan berbagai mineral dalam jumlah yang sangat besar di wilayah pegunungan Papua. Informasi berharga ini diperoleh dari tim ekspedisi ilmiah yang dipimpin oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Presiden menerima […]

  • Korupsi Motor Listrik MBG Terkuak: Menkeu Akui Kecele, Kejagung Usut Pengadaan BGN

    Korupsi Motor Listrik MBG Terkuak: Menkeu Akui Kecele, Kejagung Usut Pengadaan BGN

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 119
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Bayangkan ribuan sepeda motor listrik MBG berderet rapi di dalam gudang — masih terbungkus plastik, belum pernah dipakai, dan kini terseret kasus korupsi besar. Itulah kondisi nyata yang terjadi di kawasan industri Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Ribuan unit motor listrik berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) masih terparkir di sana, tak bergerak, sementara Kejaksaan […]

  • Demo Mahasiswa di Bundaran HI: 20 Tuntutan Rakyat Disampaikan

    Demo Mahasiswa di Bundaran HI: 20 Tuntutan Rakyat Disampaikan

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 186
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Suasana pusat kota Jakarta terasa begitu riuh hari ini, Senin (15/6/2026), akibat aksi demo mahasiswa yang besar-besaran di kawasan Bundaran HI. Ribuan mahasiswa serta elemen sipil yang tergabung dalam Aliansi Persatuan Rakyat Indonesia Anti Imperialis (PERISAI) turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi mereka. Massa bergerak menuju lokasi utama setelah melakukan long march dari titik […]

expand_less