Platform Ini Paling Sering Dibuka Warga Indonesia, Bukan Lagi Instagram
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Kebiasaan warganet Indonesia dalam berselancar di dunia maya kembali terekam lewat survei terbaru. Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) baru saja merilis hasil Survei Penetrasi Internet dan Perilaku Penggunaan Internet 2026, dan hasilnya cukup mengejutkan bagi sebagian orang: platform yang paling sering dibuka bukan lagi Instagram atau Facebook, melainkan TikTok.
Survei ini digelar sepanjang 1 Februari hingga 15 Maret 2026, melibatkan 8.700 responden yang tersebar proporsional di 38 provinsi Indonesia. Metode pengumpulan data dilakukan lewat wawancara tatap muka oleh enumerator terlatih, sehingga hasilnya cukup representatif menggambarkan perilaku digital masyarakat secara nasional.
TikTok Kokoh di Puncak
Berdasarkan temuan APJII, TikTok tercatat sebagai media sosial paling sering diakses dengan porsi 31,8 persen. Angka ini menempatkan platform video pendek besutan ByteDance tersebut sebagai primadona baru di jagat digital Tanah Air, mengungguli dua raksasa media sosial yang selama bertahun-tahun mendominasi pasar Indonesia.
Di posisi kedua, Facebook masih mempertahankan basis penggunanya dengan capaian 29,4 persen. Sementara Instagram menyusul di urutan ketiga dengan 27,7 persen. Selisih ketiganya cukup tipis, menandakan persaingan sengit di antara platform-platform raksasa ini untuk merebut perhatian pengguna internet nasional.
Bukan Cuma Milik Anak Muda
Menariknya, dominasi TikTok tidak hanya terbatas pada kalangan Gen Z. Survei APJII turut memecah data berdasarkan generasi responden, mulai dari Gen Z (13-28 tahun), Milenial (29-44 tahun), Gen X (45-60 tahun), Baby Boomers (61-79 tahun), hingga Pre Boomer (80 tahun ke atas). Hasilnya, kelompok usia lebih tua pun ikut aktif mengakses TikTok secara rutin, bahkan generasi Pre Boomer mencatat angka penggunaan cukup signifikan di angka 30,6 persen.
Fenomena ini membuktikan format konten video pendek sudah menjadi kebutuhan lintas generasi, bukan sekadar tren sesaat di kalangan remaja. Fitur interaktif, kemudahan membuat konten, serta algoritma yang pintar menyesuaikan minat pengguna menjadi kunci utama TikTok mampu mempertahankan dominasinya.
Penetrasi Internet Indonesia Terus Merangkak Naik
Lonjakan pengguna platform media sosial ini sejalan dengan meningkatnya penetrasi internet nasional. APJII mencatat, dari total populasi Indonesia yang mencapai 287,88 juta jiwa, sebanyak 235,26 juta jiwa sudah terhubung ke internet. Angka ini setara dengan tingkat penetrasi 81,72 persen, naik sekitar 1,06 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Berapa Lama Orang Indonesia Habiskan Waktu di Media Sosial?
Soal durasi penggunaan, mayoritas masyarakat tergolong moderat dalam mengakses berbagai platform digital. Kelompok pengguna dengan durasi 1-2 jam per hari menjadi yang terbesar, mencapai 44,9 persen. Disusul kelompok pengguna dengan durasi 2-3 jam per hari sebanyak 37,9 persen. Jika dijumlahkan, 82,8 persen warganet Indonesia menghabiskan waktu antara satu hingga tiga jam setiap hari untuk berselancar di media sosial.
WhatsApp Tetap Andalan untuk Berjualan
Meski TikTok memimpin dari sisi frekuensi akses harian, urusan bisnis dan transaksi punya cerita berbeda. Survei terpisah dari Jakpat menunjukkan WhatsApp tetap menjadi platform paling banyak dipakai untuk berjualan di semua kalangan generasi. Sebanyak 72 persen responden Gen Z, 80 persen Milenial, dan 78 persen Gen X mengandalkan aplikasi pesan instan ini untuk aktivitas berdagang online mereka.
Pergeseran preferensi platform ini menggambarkan perubahan pola konsumsi digital masyarakat Indonesia yang kian dinamis. Konten cepat, ringan, dan menghibur lewat format video pendek kini menjadi pilihan utama, sementara platform komunikasi seperti WhatsApp tetap tak tergantikan untuk kebutuhan transaksi dan komunikasi bisnis sehari-hari.
- Penulis: Firmansyah
