Menteri PU Marah Besar di Sawah Bekasi, Irigasi Mati 7 Bulan
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Seorang petani di Bekasi harus membeli pompa air dari kantong sendiri karena irigasi di desanya mati tujuh bulan. Menteri PU Dody Hanggodo mendapati kenyataan itu saat sidak di Desa Karangharja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Sabtu (26/9/2026). Ia langsung menelepon bawahannya dari tengah sawah.
Sawah Kering, Sungai Cuma 2 Kilometer
Media melaporkan sekitar 1.000 hektare sawah di sana kehilangan pasokan air selama kurang lebih tujuh bulan. Sebagian media menulis angka lebih kecil, yakni 100 hektare lebih. Sumber air sebenarnya dekat. Sungai yang debitnya tidak pernah surut mengalir sekitar dua kilometer dari lahan itu.
Masalahnya ada di saluran irigasi tersier yang tidak berfungsi. Dugaan penyebabnya kurang perawatan dan sedimentasi yang belum dibersihkan.
Telepon ke Dirjen SDA
Dody menghubungi Direktur Jenderal Sumber Daya Air Arnold Aristoteles Paplapna Ritiauw dari lokasi. Menurut Kompas, Arnold baru menjabat sejak 1 Mei 2026. Dody menyuruh pejabat pembuat komitmen (PPK) terdekat segera datang.
Ia menegaskan, laporan internal yang masuk ke mejanya tidak sama dengan kondisi di lapangan. Karena itu ia turun sendiri. Ia juga menyoroti laporan yang menurutnya hanya memberi “harapan palsu”.
Dody mengingatkan bahwa sasaran swasembada pangan 2026 tidak boleh meleset. Ia mengancam mengganti pejabat yang tidak bekerja, termasuk Kepala Balai atau PPK.
Petani Beli Pompa Sendiri
Di lokasi, Dody bertemu Supandi, petani setempat. Supandi membeli mesin pompa dan selang dengan uang pribadi supaya sawahnya tetap teraliri. Petani lain melakukan hal yang sama, karena tidak ada intervensi dari dinas atau balai selama berbulan-bulan.
Dody meminta maaf kepada Supandi dan petani lainnya. “Ini murni kelalaian kami,” katanya. Ia mengakui jajarannya lamban dan seharusnya menarik air dengan pompa sejak lama.
Langkah Kementerian PU
Sesudah sidak, Kementerian PU menerjunkan tim tanggap darurat dengan armada pompa ke Karangharja. Tim juga mulai membersihkan sedimentasi di saluran tersier Pebayuran. GoBekasi melaporkan Dody memerintahkan evaluasi total jajaran pengelola kawasan Citarum. Kompas menulis Menteri meminta Kepala BBWS Citarum dicopot.
Dody mendesak pejabat balai dan dinas turun ke lapangan dan aktif berkomunikasi dengan perkumpulan petani pemakai air (P3A).
Sekilas Sosok Dody Hanggodo
Dody menjabat Menteri PU di kabinet Presiden Prabowo Subianto. Ia lahir di Mojokerto pada 1966. Ia lulus teknik perminyakan ITB pada 1989, lalu meraih gelar master di University of Tulsa, Oklahoma, pada 1992.
Video kemarahannya viral, dan publik terbelah menilai gayanya. Namun inti persoalannya tetap sama: air yang tersedia dua kilometer dari sawah tidak sampai ke petani selama tujuh bulan.
- Penulis: Firmansyah
