Breaking News
dark_mode
Trending Tags
Beranda » Keuangan & Investasi » Anggaran APBN 2027 Tembus Rp4.106 Triliun, Ini Sumber Dananya

Anggaran APBN 2027 Tembus Rp4.106 Triliun, Ini Sumber Dananya

  • account_circle Firmansyah
  • calendar_month 12 jam yang lalu
  • visibility 45
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kebaruan. Belanja negara APBN 2027 menembus angka fantastis: Rp4.106,26 triliun, pertama kalinya melewati ambang Rp4.000 triliun. Pertanyaannya, dari mana pemerintah mendapat uang sebesar itu? Jawabannya terbagi dua jalur utama: pendapatan negara dan pembiayaan lewat utang.

Jalur Pertama: Pendapatan Negara Rp3.435 Triliun

Sumber dana terbesar datang dari pendapatan negara, yang ditetapkan Rp3.435,10 triliun. Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menjelaskan komposisinya. “Penerimaan negara berasal dari penerimaan pajak, penerimaan kepabeanan, penerimaan cukai, serta penerimaan negara bukan pajak,” katanya.

Rinciannya, penerimaan perpajakan menyumbang Rp2.911,95 triliun, terdiri dari pajak Rp2.593,35 triliun dan kepabeanan-cukai Rp318,60 triliun. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) menambah Rp522,48 triliun, sementara penerimaan hibah menyumbang Rp66 miliar.

Jalur Kedua: Menambal Selisih Lewat Utang

Pendapatan Rp3.435 triliun saja tidak cukup menutup belanja Rp4.106 triliun. Selisihnya, yang disebut defisit anggaran, mencapai Rp671,2 triliun atau setara 2,4% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). “Selisihnya menjadi defisit yang dibiayai sesuai mekanisme APBN,” jelas Misbakhun.

Untuk menambal defisit ini sekaligus membiayai kebutuhan investasi pemerintah, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan penarikan utang senilai Rp876,3 triliun. “Kita masih bisa jaga stabilitas, saya bisa jaga stabilitas surat utang lebih baik, artinya stabilitas ekonomi juga lebih baik,” ujarnya.

Dari Mana Utang Itu Berasal?

Utang Rp876,3 triliun ini terbagi dalam dua instrumen. Surat Berharga Negara (SBN) mendominasi dengan porsi Rp779,9 triliun, sementara pinjaman menyumbang Rp96,3 triliun. Menurut Nota Keuangan RAPBN 2027, pembiayaan dari SBN dipenuhi lewat penerbitan Surat Utang Negara (SUN) dan sukuk negara (SBSN), sementara pinjaman terdiri dari pinjaman dalam negeri dan luar negeri.

Khusus pinjaman luar negeri, pemerintah berencana menarik pinjaman tunai senilai US$1 miliar tahun depan, dengan mempertimbangkan kondisi pasar SBN dan kesiapan pemenuhan syarat kebijakan (policy matrix).

Kementerian Keuangan menegaskan penerbitan SBN diutamakan di pasar domestik berdenominasi rupiah, sesuai kebijakan Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal. Strategi ini bertujuan meminimalkan risiko nilai tukar dalam pembayaran beban utang ke depan.

Kenapa Pakai Utang, Bukan Sumber Lain?

Menurut Undang-Undang Keuangan Negara, defisit APBN wajib ditutup dengan sumber pembiayaan yang jelas, dan besarannya dibatasi maksimal 3% dari PDB. Selain SBN dan pinjaman, pemerintah sebenarnya punya opsi lain seperti pemanfaatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) atau saldo kas Badan Layanan Umum (BLU). Namun, SBN tetap jadi instrumen dominan karena menawarkan opsi investasi yang relatif aman bagi masyarakat, sekaligus membangun pasar surat utang domestik yang lebih dalam.

Utang Bukan Berarti APBN Bermasalah

Defisit anggaran tidak selalu mencerminkan kondisi keuangan negara yang buruk. Selama besarannya masih dalam batas yang disepakati DPR dan pemerintah, mekanisme pembiayaan lewat utang termasuk bagian lazim dari pengelolaan fiskal. Sebagai perbandingan, rasio utang Indonesia terhadap PDB tercatat terus menurun pascapandemi, dari 40,73% pada 2021 menjadi di bawah 39% dalam beberapa tahun terakhir, dan relatif lebih rendah dibanding banyak negara lain.

Meski begitu, proyeksi defisit ini tidak sepenuhnya disepakati semua pihak. Bank Dunia memperkirakan defisit riil 2027 justru lebih tinggi, sekitar 2,8% dari PDB, dengan pertumbuhan ekonomi 5,2%, berbeda dari target pemerintah yang mematok pertumbuhan 6%. Perbedaan proyeksi ini menjadi pengingat bahwa realisasi APBN 2027 masih perlu dikawal ketat sepanjang tahun berjalan.

F
Firmansyah ✔ Jurnalis Terverifikasi

Jurnalis Kebaruan.com · Meliput isu ekonomi, politik, dan peristiwa terkini dengan integritas jurnalistik.

✎ Ditulis & ditinjau editor   |   ↻ Diperbarui 13 Juni 2026   |   Kebijakan editorial   Metodologi
  • Penulis: Firmansyah

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ahli Sebut Penggeledahan Beda Wilayah Tanpa Izin yang Pas Dinilai Sewenang-wenang

    Ahli Sebut Penggeledahan Beda Wilayah Tanpa Izin yang Pas Dinilai Sewenang-wenang

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 98
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Sidang praperadilan mantan Jampidsus Febrie Adriansyah kembali bergulir di PN Jakarta Selatan, Kamis (20/8/2026). Kali ini giliran ahli hukum tata negara dari Universitas Tarumanagara, Rasji, yang buka suara soal batas kewenangan aparat saat menggeledah. Ia menegaskan, penggeledahan lintas wilayah tanpa dasar izin yang tepat termasuk tindakan sewenang-wenang. Kewenangan Aparat Dibatasi Yurisdiksi Menurut Rasji, hukum […]

  • Jadwal Lengkap Menuju Final Piala Dunia 2026: Tim Tersisa dan Pertandingan Krusial

    Jadwal Lengkap Menuju Final Piala Dunia 2026: Tim Tersisa dan Pertandingan Krusial

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Gelaran Piala Dunia 2026 kini memasuki fase paling menentukan dalam perebutan trofi bergengsi. Bagan Road to Final yang disajikan memperlihatkan peta persaingan sengit antara negara-negara raksasa sepak bola. Anda tentu ingin mengetahui tim mana saja yang masih bertahan dan siap melangkah ke babak berikutnya. Mari kita simak jadwal pertandingan krusial yang akan menguras energi […]

  • Pemerintah Evaluasi Insentif Rp 6 Juta Dapur Makan Bergizi Gratis, Ada Apa?

    Pemerintah Evaluasi Insentif Rp 6 Juta Dapur Makan Bergizi Gratis, Ada Apa?

    • calendar_month Sabtu, 13 Jun 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat ini tengah berada dalam sorotan tajam pemerintah. Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi membuka peluang untuk mengubah atau bahkan menghentikan skema insentif operasional sebesar Rp 6 juta per hari bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Langkah evaluasi menyeluruh ini diambil guna menekan potensi pemborosan anggaran yang dinilai tidak […]

  • Hotman Paris Minta Maaf ke Prabowo dan Kapolri, Mantan Komisaris Pelni Tanya Kapan Mundur dari Kasus Febrie

    Hotman Paris Minta Maaf ke Prabowo dan Kapolri, Mantan Komisaris Pelni Tanya Kapan Mundur dari Kasus Febrie

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Langkah tak terduga dari Hotman Paris Hutapea langsung memancing respons publik. Pengacara kondang itu meminta maaf kepada Presiden Prabowo Subianto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Jaksa Agung ST Burhanuddin, dan Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri atas pernyataannya dalam konferensi pers terkait kasus eks Jampidsus Febrie Adriansyah. Permintaan maaf itu langsung memantik respons […]

  • Tampilkan lebih banyak 54 Juta Peserta BPJS Kesehatan Tidak Aktif, Kelas Menengah Jadi Penyebab Utama

    Tampilkan lebih banyak 54 Juta Peserta BPJS Kesehatan Tidak Aktif, Kelas Menengah Jadi Penyebab Utama

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 135
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Angka ini mengejutkan banyak pihak. BPJS Kesehatan mengungkap bahwa hingga Juni 2026, ada 54 juta peserta yang status kepesertaannya tidak aktif. Bukan karena mereka tidak terdaftar — melainkan karena mereka berhenti membayar iuran. Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menyampaikan fakta ini langsung dalam acara Public Expose Laporan Pengelolaan Program dan Laporan Keuangan BPJS […]

  • Anggaran APBN Kurban Presiden Prabowo Capai Rp100 Miliar

    Anggaran APBN Kurban Presiden Prabowo Capai Rp100 Miliar

    • calendar_month Sabtu, 30 Mei 2026
    • account_circle Firmansyah
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Kebaruan.com Pemerintah pusat mengambil langkah terobosan besar untuk mengatasi ketimpangan distribusi pangan bergizi pada momentum perayaan keagamaan tahun ini. Melalui pemanfaatan dana belanja negara, Presiden Prabowo Subianto menyalurkan total 1.098 ekor sapi premium bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang jatuh pada tanggal 27 Mei 2026. Kebijakan berskala masif ini menyerap anggaran APBN […]

expand_less