Pembayaran QRIS di Negara Lain Kini Makin Mudah, Ini Daftar Lengkapnya
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 11 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Pembayaran QRIS di negara lain bukan lagi sekadar wacana, tapi sudah jadi kenyataan yang bisa kamu nikmati langsung saat traveling ke luar negeri. Bank Indonesia terus memperluas jaringan kerja sama sistem pembayaran lintas negara berbasis kode QR ini, sehingga kamu tidak perlu lagi repot menukar uang tunai dalam jumlah besar setiap kali bepergian.
Konsepnya sederhana, kamu cukup memindai kode QR di merchant negara tujuan lewat aplikasi pembayaran domestik yang biasa kamu pakai di Indonesia, entah itu mobile banking atau e-wallet favoritmu. Sistem akan otomatis mengonversi nilai transaksi sesuai kurs yang berlaku saat itu.
Daftar Negara yang Sudah Terhubung dengan QRIS
Sampai pertengahan 2026, sudah ada enam negara yang resmi terhubung dengan sistem pembayaran QRIS Indonesia:
- Thailand — negara pertama yang menjalin kerja sama sejak 17 November 2022, terintegrasi dengan sistem PromptPay. Hingga Februari 2026, tercatat 1,64 juta transaksi senilai Rp656,27 miliar.
- Malaysia — bekerja sama sejak 2023, terintegrasi dengan DuitNow QR. Volume transaksinya paling besar di antara negara ASEAN lain, mencapai 10,66 juta transaksi senilai Rp2,75 triliun.
- Singapura — resmi terhubung sejak November 2023, jadi destinasi favorit warga Indonesia untuk transaksi cashless.
- Jepang — mulai terhubung pada 2025, mencatat total 5,08 juta transaksi hingga awal 2026.
- Korea Selatan — resmi meluncur 1 April 2026, hasil tindak lanjut nota kesepahaman BI dan Bank of Korea sejak Juli 2024.
- China — menyusul pada 30 April 2026, meski Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta menyebut layanan di China masih terbatas untuk transaksi lewat Alipay, belum mencakup WeChat Pay maupun UnionPay.
Rencana Perluasan ke Negara Lain
Bank Indonesia tidak berhenti di enam negara tersebut. Filianingsih mengungkapkan pihaknya tengah menjajaki konektivitas QRIS dengan India, Arab Saudi, dan Hong Kong. Untuk implementasinya, BI harus memperhatikan kesiapan regulasi, infrastruktur, industri, dan koordinasi otoritas di masing-masing negara mitra tersebut.
Sepanjang triwulan II-2026, transaksi QRIS antarnegara sudah menembus angka Rp1,52 triliun, terdiri dari transaksi inbound sebesar Rp1,85 triliun dan outbound sekitar Rp330 miliar. Angka ini menunjukkan antusiasme tinggi, baik dari wisatawan asing yang bertransaksi di Indonesia maupun warga Indonesia yang berbelanja saat berada di luar negeri.
Cara Pakai Pembayaran QRIS di Negara Lain
Kalau kamu berencana traveling ke salah satu negara mitra tersebut, begini langkah praktisnya:
- Pastikan aplikasi pembayaranmu mendukung QRIS antarnegara, cek dulu lewat bank atau e-wallet yang kamu gunakan sehari-hari.
- Aktifkan fitur transaksi luar negeri di aplikasi tersebut, biasanya lewat menu pengaturan atau langsung menghubungi customer service.
- Pastikan saldo mencukupi, karena sistem akan langsung mengonversi nilai transaksi sesuai kurs berlaku saat itu.
- Pindai kode QR merchant yang tertera di kasir seperti biasa, tanpa perlu proses tambahan.
- Simpan bukti transaksi, terutama untuk keperluan pelacakan kalau ada kendala di kemudian hari.
Manfaat Nyata bagi Wisatawan dan Pelaku Usaha
Kehadiran pembayaran QRIS di negara lain memberi sejumlah keuntungan konkret. Kamu tidak perlu lagi membawa uang tunai dalam jumlah besar saat traveling, sekaligus mengurangi risiko kehilangan uang fisik. Biaya konversi valuta asing dan biaya transaksi pun bisa ditekan lebih efisien dibanding metode pembayaran konvensional.
Bagi pelaku UMKM dan sektor pariwisata, perluasan jaringan ini juga membuka peluang transaksi lebih besar dari wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia. Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan langkah ini sejalan dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030 untuk mendukung akselerasi ekonomi-keuangan digital nasional secara menyeluruh.
Dengan jaringan yang terus berkembang, pembayaran QRIS di negara lain berpotensi jadi standar baru transaksi lintas negara di kawasan Asia, mempermudah mobilitas masyarakat tanpa terkendala urusan tukar-menukar mata uang asing yang selama ini merepotkan.
- Penulis: Firmansyah
