Kampung Bahari Digerebek Ratusan Gram Sabu hingga Mesin Cetak Ekstasi Disita
- account_circle Firmansyah
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kebaruan. Sabu, ganja, ribuan butir ekstasi, sampai satu unit mesin pencetak pil. Itulah temuan utama petugas saat menyisir Kampung Bahari di Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (1/11/2026). Sebanyak 1.800 petugas gabungan menyerbu lapak-lapak di sekitar rel kereta api. Hasilnya, polisi mengamankan 27 orang.
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Bismo Teguh Prakoso, merinci hasil sitaan tersebut. Petugas menyita ratusan gram sabu, ribuan butir ekstasi, ganja, mesin pencetak ekstasi, senjata api, senjata tajam, uang tunai hasil transaksi, dan bong. Selain itu, mereka menyita alat pengemas narkotika. Detik menambahkan dua temuan lain, yaitu Happy Five dan cartridge yang mengandung etomidate.
Temuan paling mencolok adalah mesin pencetak ekstasi. Polisi menduga alat itu memproduksi narkotika berbentuk pil. Dengan kata lain, Kampung Bahari bukan sekadar titik transaksi.
Uang Tunai Menyatu dengan Ganja
Di salah satu titik sasaran utama, tim mengamankan empat orang. Mereka terdiri dari satu pemilik barang bukti dan tiga pengguna. Di lokasi yang sama, petugas menemukan uang tunai hasil penjualan menyatu dengan ganja.
Jalannya Operasi: Serentak dan Sempat Dilawan
Operasi berlangsung sejak pagi. Petugas bergerak serentak dari berbagai arah mulai pukul 05.30 WIB. Sebagian personel bahkan naik KRL menuju lokasi. Mereka datang dari Polda Metro Jaya, Bareskrim Polri, BNN, dan Brimob.
Namun, operasi tidak berjalan mulus. Beberapa pihak di lokasi melempari petugas dengan batu. Bismo menilai aksi itu punya tujuan lain. Menurut dia, perlawanan tersebut sengaja mengalihkan perhatian dari zona target operasi. Meski begitu, penyisiran tetap berlanjut di sejumlah titik.
Polisi Masih Kejar Bandar
Penindakan belum selesai. Polisi berencana membongkar lapak-lapak yang sudah mereka temukan agar tak ada yang menyalahgunakannya lagi. Selain itu, Bismo menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengejar para bandar.
Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto menyoroti sisi lain. Ia menyebut Kampung Bahari satu dari tiga kawasan prioritas pemberantasan kampung narkoba, bersama Kampung Ambon dan Kampung Boncos. Ia juga mendorong penataan lingkungan. Sementara itu, Gubernur Jakarta Pramono Anung mendukung penggerebekan ini dan meminta pemberantasan narkoba tidak setengah-setengah.
Bukan Kali Pertama
Kampung Bahari sudah lama masuk radar aparat. Kompas mencatat polisi berulang kali menggerebek kawasan ini selama lebih dari satu dekade, tetapi narkoba belum hilang. Kasus narkoba di sana mulai mencuat pada 2013. Karena itu, penataan kawasan dan pengejaran bandar menjadi kunci agar hasilnya bertahan.
- Penulis: Firmansyah
